.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Minggu, 22 April 2012

Ya Allah Aku Jatuh Cinta

CINTA ITU ALAMI KOK
Dari dua sudut pandang Islam dan psikologi, menjadi penguat argumen bahwa mencintai itu wajar. Saat deg-degan melihat sosok cewek atau cowok yang anda cintai pun juga merupakan hal yang wajar.
Rabu (16/8/2006) sebuah penelitian oleh Universitas London membuktikan ketika sedang jatuh cinta, bagian otak manusia yang mengontrol pikiran-pikiran kritis agak terganggu. Namun, ini tak hanya berlaku untuk cinta kepada kekasih, kecintaan ibu kepada anaknya juga bisa menghasilkan hal serupa. Penelitian ini melibatkan 20 orang yang diminta untuk memberikan pendapat soal orang yang dicintainya. Sebelumnya, mereka ditunjukkan foto orang tersebut. Perasaan jatuh cinta membuat aktivitas otak yang terkait dengan penilaian kritis menjadi terganggu. Aktivitas yang menimbulkan emosi-emosi negatif pun menjadi berkurang. Tak hanya itu saja, terjadi peningkatan aktivitas di bagian otak yang merespon terhadap reward atau hal-hal baik. Sedangkan bagian otak yang biasa membuat penilaian-penilaian negatif mengalami penurunan aktivitas.
Para responden itu seakan dibutakan oleh cinta mereka sehingga penilaian tentang pasangan mereka tak seobyektif biasanya. Penilaian terhadap orang yang dicintai lebih cenderung ke penilaian yang bersifat positif. Sedangkan hal-hal negatif atau kesalahan pasangan kerap terlewatkan oleh mereka.

BAGAIMANA ISLAM MEMANDANG TENTANG CINTA?
Islam memandang cinta sebagai sesuatu yang biasa dan sederhana. Islam adalah agama fitrah, sedang cinta itu sendiri adalah fitrah kemanusiaan. Allah telah menanamkan perasaan cinta yang tumbuh di antara hati manusia. Islam tidak pula melarang seseorang untuk dicintai dan mencintai, bahkan Rosulullah menganjurkan agar cinta tersebut diutarakan.
"Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah dia memberitahu bahwa dia mencintainya." (HR Abu Daud dan At Tirmidzi)
Seorang muslim dan muslimah tidak dilarang untuk saling mencintai. Mereka juga tidak dilarang untuk jatuh cinta. Hanya saja, Islam menyediakan penyaluran untuk itu melalui lembaga pernikahan. Hal ini menjadi sebuah tuntunan dalam menjalankan agama, bahwa ketika hamba Allah jatuh cinta hanyalah pernikahan solusinya.
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar Ruum:21)
       Ayat di atas merupakan jaminan bahwa cinta dan kasih sayang akan Allah tumbuhkan dalam hati pasangan yang bersatu karena Allah (setelah menikah). Allah akan menyemai benih rasa suka, rasa cinta kepada pria atau wanita yang menjadi pasangan hidup kita. Sejak awal mulal kita mengenalnya boleh jadi perasaan itu biasa-biasa saja. Namun, saat dia menjadi pasangan hidup kita, perasaan cinta itu semakin kuat. Jadi, tidaklah perlu menguji kedalaman cinta dengan pacaran bertahun-tahun dan berbulan-bulan karena mengenal seseorang bisa dilakukan dalam jangka waktu yang lebih singkat dari itu. Menghadirkan cinta di awal perkenalan juga sangatlah memungkinkan. Kita bisa berpegang pada apa yang kita sebut dengan cinta pada pandangan pertama. Bila saat melihat wajah dirinya ada sesuatu yang mengerakkan hati untuk menikahinya, maka itu sudah cukup menjadi bekal awal melakukan perjalanan cinta selanjutnya. Dengan begitu kita sudah mendapatkan benihnya, hanya tinggal disemai dan dipupuk secara seksama agar tumbuh subur di hati kita. Setelah itu mengenalnya lebih dalam bisa dilakukan dengan proses berbincang-bincang yang ditemani oleh orang ketiga.


Menurut Ibnul Qayyim, seorang ulama di abad ke-7, terdapat 6 peringkat cinta (maratibul mahabbah), yaitu:
1. Tatayyum
yang merupakan hak Allah semata. Allah-lah yang paling utama, tak ada tandingan tak ada bandingan. Alla yang pertama dan selalu akan menjadi yang pertama. Posisinya tidak boleh digeser menjadi nomor dua atau bahkan tiga.
"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)." (QS. AL Baqarah:165)
2. 'Isyk
yang merupakan hak Rosulullah. Cinta yang melahirkan sikap hormat, patuh, ingin selalu membelanya, ingin mengikutinya, mencontohnya, dan lain-lain. Namun bukan untuk menghambakan diri kepadanya.
"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Ali Imron: 31)
3. Syauq
yaitu cinta antara mukmin dengan mukmin lainnya, antara suami istri, antara orang tua dan anak, yang menumbuhkan rasa mawaddah wa rahmah.
4. Shababah
yaitu cinta sesama muslim yang melahirkan ukhuwah islamiyah. Cinta ini menuntut sebuah kesabaran untuk menerima perbedaan dan melihatnya sebagai sebuah hikmah yang berharga. Cinta ini harus dimunculkan sebagai bentuk upaya untuk menciptakan kenyamanan hubungan dalam tubuh umat Islam.
5. 'Ithf (simpati)
yang ditujukan kepada sesama manusia. Rasa simpati ini melahirkan kecenderungan untuk menyelamatkan manusia, termasuk pula di dalamnya adalah berdakwah.
6. Cinta yang paling rendah dan sederhana, 
yaitu cinta atau keinginan kepada selain manusia: harta benda. Namun, keinginan ini sebatas intifa' (pendayagunaan/pemanfaatan). 

Ada baiknya kita memperhatikan beberapa tanda yang menunjukkan kalau dia lagi naksir berat dengan kita:
1. Sering banget telepon dan sms
Seperti ungkapan, tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba dia telepon atau sms.
2. Sering minta maaf
Dalam pembicaraan dia sering kali mengatakan kata maaf. Hal itu dilakukan karena dia begitu takut kalau kata-kata yang baru dia ucapkan ada yang menyinggung perasaan anda. Padahal anda belum mengatakan atau bereaksi apa-apa kalau itu salah. Dia selalu ingin tampil sebaik-baiknya di depan anda.
3. Mulai mencoba mengikuti kegemaran anda
Ketika menyukai seseorang tentu saja ingin bisa banyak bercakap-cakap dengannya. Untuk itu seringkali dirasa perlu untuk bisa tahu kegemaran orang yang disukainya itu sehingga bisa ada satu bahan pembicaraan.
4. Selalu menyapa duluan
Tiap bertemu langsung dia menyapa duluan, entah waktu itu anda tahu atau tidak kalau dia ada. Hal ini dilakukan karena dia begitu senang bertemu dengan anda dan ingin segera bercakap-cakap dengan anda.
5. Terlihat gembira sekali saat dekat anda
Setiap kali berada dekat atau sedang bercakap-cakap dengan anda, dia terlihat begitu gembira. Melihat anda datang saja, wajahnya terlihat begitu berseri-seri. Ini sebuah reaksi spontan yang otomatis akan terlihat kalau seseorang sedang berada di dekat orang yang disukainya.
6. Sering memberi hadiah
Hari ini bukan hari spesial anda, namun tiba-tiba dia memberi hadiah atau bisa juga memberikan makanan. Bukan hanya satu atau dua kali tapi sering sekali.

Cinta memiliki dampak positif dan negatif dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, cinta sebetulnya membutuhkan kematangan agar cinta dapat bermakna positif bagi kehidupan kita.



sumber: buku berjudul "Ya Allah, Aku Jatuh Cinta!" karya Burhan Sodiq

Keajaiban Shodaqoh

Shodaqoh berarti memberikan segala sesuatu kepada orang lain tanpa menyalahi aturan syari’. Shodaqoh (sedekah) bisa berbentuk materi (misal : harta, duit, pakaian dsb) dan bisa berbentuk non materi (misal ;mengajarkan ilmu yang bermanfaat, tersenyum, berdzikir dsb). Dan yang termasuk dalam kategori shodaqoh antara lain : zakat, infak, hibah.
Makna infak lebih khusus tentang masalah pemberian materi tanpa dibatasi siapa yang diberi. Zakat maknanya lebih cenderung ke seruan kewajiban mengeluarkan hartanya jika sudah sampai aturan nishob. Sedangkan hibah bermakna suatu pemberian tanpa suatu syarat apapun.
Pada era modern seperti saat ini yang semua serba instant dan cepat, banyak orang yang berambisi agar dapat segera kaya dan sukses dengan melakukan berbagai macam usaha. Banyak yang melakukan dengan cara-cara yang melanggar aturan syariat islam (seperti : menipu, merampok dan bahkan mengambil pesugihan). Padahal di dalam islam telah diajarkan agar kita sebagai umat islam bisa kaya dan sukses (tentunya dengan berusaha dan berdoa). Salah satu jalan tercepat agar kaya dan sukses dengan ber SHODAQOH.
Shodaqoh merupakan wasilah/jalan agar kita bisa sukses dan kaya baik di dunia dan akhirat.Kadang kita berpikir dengan akal kita, kok bisa dengan shodaqoh (mengeluarkan duit) kita bisa kaya seharusnya kalo harta kita berkurang kita khan justru bertambah miskin. Memang kalo kita berpikir dengan akal kita, kita sering berpendapat berbeda dengan firman dan ketetapan Alloh SWT.
Adapaun dalil – dalil dengan shodaqoh kita justru tidak kekurangan harta benda :
Hadist Rosululloh SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim :
“ Harta itu tidak akan berkurang karena disedekahkan “
“ Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Alloh SWT, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Alloh) maka Alloh akan memperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak dan Alloh menyempitkan dan melapangkan rizki dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan “ (Qs. Al baqoroh 245)
“ Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Alloh kepadanya. Alloh tidak akan memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedaar apa yang Alloh berikan kepadanya. Alloh kelak akan memberikan kelapangan sesudadh kesempitan” (qs. Ath Tholaq 07)
Jadi apabila kita masih merasa kekurangan maka perbanyaklah bershodaqoh karena dengan shodaqoh kita akan diluaskan rezeki oleh Alloh Swt. Dan apabila kita mengaku sebagai orang muslim maka kita harus PERCAYA TERHADAP JANJI ALLOH SWT. Dan apakah kita bisa disebut muslim apabila kita masih belum benar – benar percaya terhadap janji Alloh SWT (padahal Alloh maha Benar)???.
Mari kita saling membantu saudara – saudara kita yang masih hidup jauh di garis kemiskinan. Dan mudah-mudahan kita selalu diberi keluasan rizki yang barokah oleh Alloh SWT. Amin.

Senin, 09 April 2012

Mushola Al-Hidayah







Kegiatan Di Yayasan Sosial Pendidikan Al-Hidayah


Di sini kami juga mengadakan berbagai kegiatan rutinitas Islamiyah, seperti halnya :
1. Pengajian dan istighosah rutin
2. Santunan anak-anak yatim
3. TPQ (Taman Pendidikan Qur’an)
4. Pengembangan diri / LES PRIVAT pelajaran umum SD, SMP / MTs, SMA / MA yang di pandu langsung oleh guru yang sudah berpengalaman dalam bidangnya.
5. Dan berbagai kegiatan-kegiatan lainya yang sangat bermanfa’at di dunia maupun akhirat kelak.
Besar harapan kami menerima dana dari para donatur, demi kelangsungan hidup anak-anak yatim/piatu dan demi kelancaran kita semua untuk menjalin silaturrahmi sesama kaum muslim.

Gambar anak-anak sedang menerima santunan di mushola Al-Hidayah

Peghimpunan Dana Yayasan Al-Hidayah


Dengan membelanjakan /meng-Infaq-kan sebagian harta kita di jalan ALLOH SWT sesuai ajaran Islam dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran:

 {92} لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ


Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.



{133} وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ


Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,


{134} الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ


(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.



Mengingat pondok / tempat tinggal anak yatim piatu belum terselesaikan / masih dalam pembangunan, maka sebagai salah satu upaya kami sungguh-sungguh mengharapkan bantuan dari para donatur, maka Yayasan Al-Hidayah menghimpun dana dengan ketentuan amal jariyah anda tidak akan pernah terputus / tetap terus mengalir, selain itu anda juga bisa mendapatkan barokah do’a yang di tuangkan melalui ASMA’AN / AZIMAT seperti di bawah ini :

Azimat Keselamatan             Mahar

1) Untuk Sepeda Motor         : Rp. 113.000
2) Untuk Mobil                      : Rp. 313.000
3) Untuk Pekarangan            :  Rp. 313.000
4) Untuk Rumah                   :  Rp. 313.000

Azimat : Rp. 600.000
         B. Anti Senjata Tajam Keselamatan/Penglaris

1) Untuk Penglarisan Dagang   : Rp. 600.000
2) Untuk Pagar  Badan
3)  
         A. Anti Santet/ Tenung                : Rp. 600.000-
              DLL …..                      .       Rp. 1.200.000

Dan kami juga melayani Penyembuhan bermacam-macam penyakit melalui Al-qur’an/biasa di sebut terapi Al-qur’an/RUQIAH.


  


Materi TPQ Al-Hidayah


Kami tidak hanya mengajarkan membaca dan menulis saja, akan tetapi kami menambahkan materi-materi lain yang dapat menunjang pelajaran agama anak-anak di sekolah. Materi lain yang kami ajarkan dalam TPQ An-NUR kami bedakan menjadi 2 kategori yaitu matei pokok dan materi penunjang. Adapun materi yang kami ajarkan dalam TPQ ini adalah sebagai berkut:
  • MATERI POKOK:
  1. Membaca Al-Qur'an / Iqro'
  2. Huruf Hijaiyah dan Tajwid
  3. Aqidah /Akhlak
  • MATER PENUNJANG:
  1. Al-Qur'an
  2. Ibadah
  3. Muatan Lokal (Bahasa Arab / Bahasa Inggris)
  4. Hafalan Surat-surat Pendek
  5. Hafalan Do'a Sehari-hari
  6. Kreativitas (Menyanyi, Menggambar, dan Mewarnai)

Visi dan Misi TPQ Al-Hidayah


VISI DAN MISI TPA AL-HIDAYAH

VISI:
1.      Berbudi
Pusat pembelajaran santri yang berbudi pekerti luhur, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
2.      Berbakti
Membina santri tentang perlunya berbakti kepada agama, orang tua, masyarakat, bangsa dan Negara.
MISI:
1.      Menanamkan rasa cinta terhadap Islam sejak dini;
2.       Menambah pengetahuan anak-anak tentang agama Islam;
3.       Menjadikan anak-anak dapat membaca dan menulis huruf hijaiyah;
4.      Anak-anak dapat membaca Qur’an secara tartil.

Profil TPQ Al-Hidayah


Tujuan dari pendidikan anak adalah untuk mencari ridha Allah dan usaha untuk mendapatkan surgaNya, keselamatan dari Neraka serta mengharapkan pahala dan balasanNya. 
Anak-anak adalah para da’I masa depan dan penyebar ajara n agama. Oleh karena itu kita perlu memperhatikan mereka, sebagaimana kita memperhatikan harta, pangkat, dan jabatan.  Yang perlu kita ketahui adalah bahwa suatu saat anak kita akan memangku tanggung jawab tertentu pada satnya nanti. Untuk itu kita perlu mempersiapkan anak-anak kita mulai dari sekarang dengan memperhatikan pendidikan untuk anak-anak kita.
Untuk itu kita perlu mengetahui dan memahami tujuan dari pendidikan anak. Adapun tujuan dari pendidikan anak adalah:
1.      Menjawab seruaan Allah “Quu Anfusakum wa ahlikum naa roo”;
2.      Membentuk aqidah dan keimanan anak;
3.      Membentuk keilmuan dan pengetahuan anak;
4.      Membentuk akhlak, perilaku, dan sopan-santun anak;
5.      Membentuk sisi sosial anak-anak;
6.      Membangun sisi kejiwaan dan perasaan anak-anak;
7.      Membentuk fisik dan kesehatan anak-anak;
8.      Membentuk rasa seni, keindahan, dan kreatifitas anak.
Untuk itulah kami hadir disini, kami telah memulai memberikan wadah bagi pendidikan anak-anak semenjak tahun 2007, tepatnya pada tanggal 05 November 2007. Pada awal berdiri wadah ini bernama TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN AL-HIDAYAH. Berlokasi di eks lokalisasi Semampir, Kediri, Jawa Timur, kami mencoba untuk menggugah para orang tua di sekitar dan umat muslim pada umumnya untuk bersama-sama membentengi anak-anak dari pengaruh negatif modernisasi yang hampir menggerogoti moral generasi penerus bangsa Indonesia pada umumnya dan generasi Islam pada khususnya.