.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Minggu, 05 Agustus 2012

"PUJAAN" DALAM SOROTAN (Part I)

Sejak berabad-abad yang lampau, Rasulullah SAW telah memberitahukan tentang ciri-ciri mendekatnya hari kiamat. Dan salah satu ciri yang telah disebutkan adalah turunnya Dajjal sang pendusta agama yang mengaku dirinya sebagai Tuhan. Ia meminta agar manusia untuk memujanya. 

SIAPA DAJJAL ITU?
Ad Dajjal diambil dari kata "Dajjala" yang artinya berdusta, karena dajjal mengaku dirinya sebagai Tuhan dan ini termasuk dusta yang paling besar.

Dajjal telah ada sekarang ini dan buta sebelah matanya seperti yang dijelaskan dalam hadits. Ini semua harus dipahami menurut arti yang sebenarnya bukan sekedar kiasan. Sebagaimana anggapan beberapa tokoh yang menolak keberadaan dajjal dan menafsirkannya dengan hal-hal yang lain karena pada dasarnya sebuah kalimat harus dipahami menurut arti yang sebenarnya.Dajjal adalah seorang laki-laki ari anak Adamyang memiliki beberapa sifat. Rasulullah SAW telah memberitakan dalam beberapa hadits agar manusia mengetahuinya dan berhati-hati terhadapnya. Sehingga apabila kelak ia muncul maka orang-orang mukmin dpat mengenalnya serta tidak terfitnah olehnya

Dia adalah seorang pemuda yang berkulit merah, pendek berambut keriting, dahinya lebar, pundaknya bidang, matanya yanng sebelah kanan buta, dan matanya ini tidak menonjol keluar dan juga tidak tenggelam seolah-olah buah anggur yang masak (tidak bercahaya) dan matanya yang kiri  ditumbuhi daging yang tebal pada sudutnya.

Diantara kedua matanya terdapat tulisan huruf kaf, fa', ra' secara terpisah, atau tulisan "kafir" secara bersambung atau berangkai yang dapat dibaca setiap muslim yang bisa menulis maupun yang tidak bisa menulis. Dan diantara tandanya lagi ialah mandul, tidak punya anak. (bersambung)
 

Kamis, 02 Agustus 2012

Profil Yayasan Sosial Pendidikan AL Hidayah

 

Yayasan Sosial Pendidikan AL Hidayah
Selamat Datang di Yayasan Al Hidayah, melalui blog ini, kami mengajak anda para dermawan untuk bersama-sama memperhatikan anak - anak yatim piatu, dengan beramal, bersodakoh, menginfaqkan sebagian harta anda melalui Yayasan Al Hidayah yang akan kami salurkan kepada anak-anak yatim piatu
 
Yayasan Sosial Pendidikan Al Hidayah adalah sebuah yayasan yang terletak di Jl. Mayor Bismo gg Makam RT 32 RW V Kelurahan Semampir, Kota Kediri. Yayasan yang berdiri sejak tahun 2007 bertujuan sebagai wadah dan sarana pelengkap untuk berjuang di tengah-tengah masyarakat yang sosial ekonominya dan tatanan sosial masyarakatnya dalam keadaan perbaikan-perbaikan baik secara fisik maupun pendidikan untuk peningkatan SDM serta untuk meningkatkan spiritual keagamaan agar menjadi insan-insan yang berbudi pekerti luhur dengan tujuan akhir menciptakan situasi dan kondisi hidup damai, guyub rukun, untuk mencapai kesejahteraan lahir dan batin agar rakyat, bangsa dan negara menjadi bangsa yang bermartabat.

Sesungguhnya, anak yatim adalah manusia yang paling membutuhkan pertolongan dan kasih sayang. Karena ia adalah anak yang kehilangan ayahnya pada saat ia sangat membutuhkannya. Ia membutuhkan pertolongan dan kasih sayang kita, karena ia tidak mungkin mendapatkan kasih sayang ayahnya yang telah tiada. Jika anda melihat seseorang yang penyayang kepada anak-anak yatim dan menyantuni mereka, maka ketahuilah bahwa ia adalah seorang yang berbudi dan berakhlak mulia. Suatu ketika Saib bin Abdulloh rodhiyallohu ‘anhu datang kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya :

“Wahai Saib, perhatikanlah akhlak yang biasa kamu lakukan ketika kamu masih dalam kejahiliyahan, laksanakan pula ia dalam masa keislaman. Jamulah tamu, muliakanlah anak yatim, dan berbuat baiklah kepada tetangga.” [HR.Ahmad dan Abu Dawud, Shohih Abu Dawud, Al-Albani : 4836]

Dalam menjalankan organisasi Yayasan Al Hidayah, berlandaskan pada Alqur'an dan Alhadits sebagai berikut :

(QS; Al-Baqarah : 177). "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah Timur dan Barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), dan orang-orang yang meminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya; mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji; dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa".

(QS; Saba' : 39). "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya"

(HR Bukhari : Kitab Azzakah). "Tidaklah para hamba berada di pagi hari kecuali didalamnya terdapat dua malaikat yang turun. Salah satunya berdo'a, "Ya Allah, berikanlah pada orang yang berinfak ganti (dari apa yang dia infakkan)". Sedang yang lain berkata, "Ya Allah, berikanlah kepada orang yang menahan (hartanya) kebinasaan"
Pemeliharaan dan pembinaan anak yatim bukan hanya sebatas pada hal-hal yang bersifat fisik semata, seperti makanan, minuman, dan pakaian. Pembinaan yang dilakukan juga harus memperhatikan masalah psikisnya, seperti memberikan perhatian, kasih sayang, perlakuan lemah lembut, bimbingan akhlak, dan lain sebagainya. Dalam Al-Quran, Allah Swt. berfirman, “Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.” (Q.S. Adh-Dhuha [93]: 9)
Dalam ayat lain ditegaskan, “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim.” (Q.S. Al-Maa’uun [107]: 1-2)
Artinya, kewajiban memberikan kasih sayang, pengajaran sopan santun, dan segala perlakuan yang baik berbanding lurus dengan kewajiban pemberian materi. Demikianlah Islam mengajarkan kepada kita tentang etika berinteraksi dengan anak yatim.

Berbahagialah orang-orang yang di rumahnya terdapat anak yatim karena Rasulullah memberikan jaminan :
PERTAMA, memiliki pahala yang setaraf dengan jihad. Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Barang siapa yang mengasuh tiga anak yatim, maka bagaikan bangun pada malam hari dan puasa pada siang harinya, dan bagaikan orang yang keluar setiap pagi dan sore menghunus pedangnya untuk berjihad di jalan Allah. Dan kelak di surga bersamaku bagaikan saudara, sebagaimana kedua jari ini, yaitu jari telunjuk dan jari tengah.” (H.R. Ibnu Majah)
KEDUA, mendapat perlindungan di hari kiamat. Rasulullah Saw. bersabda, “Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran, di hari kiamat Allah Swt. tidak akan mengazab orang yang mengasihi anak yatim, dan bersikap ramah kepadanya, serta bertutur kata yang manis. Dia benar-benar menyayangi anak yatim dan memaklumi kelemahannya, dan tidak menyombongkan diri pada tetangganya atas kekayaan yang diberikan Allah kepadanya.” (H.R. Thabrani)
KETIGA, masuk surga dengan mudah. Rasulullah Saw. bersabda, “Barang siapa yang memelihara anak yatim di tengah kaum muslimin untuk memberi makan dan minum, maka pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali jika ia telah berbuat dosa yang tidak dapat diampuni.” (H.R. Tirmidzi)
  

“Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di Surga seperti ini”, Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya. [HR. Bukhori].

Imam Ibnu Bathol rohimahulloh berkata : “Orang yang mendengar hadis ini wajib melaksanakannya, agar ia bisa menjadi sahabat Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam di surga. Di akhirat, tidak ada kedudukan yang lebih utama dari itu.” Al-Hafizh Ibnu Hajar rohimahulloh berkata : “Isyarat ini cukup untuk menegaskan kedekatan kedudukan pemberi santunan kepada anak yatim dan kedudukan Nabi, karena tidak ada jari yang memisahkan jari telunjuk dengan jari tengah.” Saudaraku muslim ! Tahukah anda, apa hasil yang akan diperoleh dengan menyantuni dan mengasihi anak yatim, apa sikap anda, saudaraku, terhadap kebaikan ini ? Jika anda termasuk orang-orang yang mampu, apakah anda pernah berpikir untuk menyantuni seorang anak yatim, sehingga anda bisa menjadi sahabat nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam di surga. Untuk menyantuni anak yatim anda tidak harus memiliki kekayaan yang melimpah. Melainkan, siapa yang memungut seorang anak yatim, memberinya makanan dengan makanan yang sehari-hari yang dimakannya, memberinya minum dengan minuman yang bisa diminumnya, maka ia akan memperoleh kedudukan tersebut. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” [HR. Abu Ya’la dan Thobroni, Shohih At Targhib, Al-Albaniy : 2543].


Wahai anda yang ingin memperoleh apa yang bermanfaat bagi dirinya, jika anda mendapat kesempatan untuk menyantuni anak yatim, jangan sekali-kali anda sia-siakan. Jika anda tidak menyukai hal itu dan menyia-nyiakannya, maka pikirkanlah pahala bagi orang yang menyantuni anak yatim. Tidakkah anda ingin menjadi sahabat Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam di sorga ?!.
Untuk daftar anak yatim dan permohonan bantuan donatur untuk buka bersama dan santunan anak yatim piatu silahkan klik link dibawah ini