Yayasan Sosial Pendidikan AL Hidayah
Selamat Datang di Yayasan Al Hidayah, melalui blog ini, kami mengajak anda para
dermawan untuk bersama-sama memperhatikan anak - anak yatim piatu, dengan beramal, bersodakoh, menginfaqkan sebagian harta anda melalui
Yayasan Al Hidayah yang akan kami salurkan kepada anak-anak yatim piatu,
Yayasan Sosial Pendidikan Al Hidayah adalah sebuah yayasan yang terletak di
Jl. Mayor Bismo gg Makam RT 32 RW V Kelurahan Semampir, Kota Kediri. Yayasan
yang berdiri sejak tahun 2007 bertujuan sebagai wadah dan sarana pelengkap
untuk berjuang di tengah-tengah masyarakat yang sosial ekonominya dan tatanan
sosial masyarakatnya dalam keadaan perbaikan-perbaikan baik secara fisik maupun
pendidikan untuk peningkatan SDM serta untuk meningkatkan spiritual keagamaan
agar menjadi insan-insan yang berbudi pekerti luhur dengan tujuan akhir
menciptakan situasi dan kondisi hidup damai, guyub rukun, untuk mencapai
kesejahteraan lahir dan batin agar rakyat, bangsa dan negara menjadi bangsa
yang bermartabat.
Sesungguhnya,
anak yatim adalah manusia yang paling membutuhkan pertolongan dan kasih sayang.
Karena ia adalah anak yang kehilangan ayahnya pada saat ia sangat
membutuhkannya. Ia membutuhkan pertolongan dan kasih sayang kita, karena ia
tidak mungkin mendapatkan kasih sayang ayahnya yang telah tiada. Jika anda
melihat seseorang yang penyayang kepada anak-anak yatim dan menyantuni mereka,
maka ketahuilah bahwa ia adalah seorang yang berbudi dan berakhlak mulia. Suatu
ketika Saib bin Abdulloh rodhiyallohu ‘anhu datang kepada Nabi shollallohu
‘alaihi wa sallam, maka Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya :
“Wahai
Saib, perhatikanlah akhlak yang biasa kamu lakukan ketika kamu masih dalam
kejahiliyahan, laksanakan pula ia dalam masa keislaman. Jamulah tamu,
muliakanlah anak yatim, dan berbuat baiklah kepada tetangga.” [HR.Ahmad dan Abu
Dawud, Shohih Abu Dawud, Al-Albani : 4836]
Dalam menjalankan organisasi Yayasan Al Hidayah,
berlandaskan pada Alqur'an dan Alhadits sebagai berikut :
(QS; Al-Baqarah : 177). "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah Timur dan Barat
itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman
kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan
memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), dan orang-orang yang
meminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya; mendirikan shalat dan
menunaikan zakat, dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia
berjanji; dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam
peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah
orang-orang yang bertakwa".
(QS; Saba' : 39). "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah
akan menggantinya dan Dialah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya"
(HR Bukhari : Kitab Azzakah). "Tidaklah para hamba berada di pagi hari kecuali
didalamnya terdapat dua malaikat yang turun. Salah satunya berdo'a, "Ya
Allah, berikanlah pada orang yang berinfak ganti (dari apa yang dia
infakkan)". Sedang yang lain berkata, "Ya Allah, berikanlah kepada
orang yang menahan (hartanya) kebinasaan"
Pemeliharaan dan pembinaan anak
yatim bukan hanya sebatas pada hal-hal yang bersifat fisik semata, seperti
makanan, minuman, dan pakaian. Pembinaan yang dilakukan juga harus
memperhatikan masalah psikisnya, seperti memberikan perhatian, kasih sayang,
perlakuan lemah lembut, bimbingan akhlak, dan lain sebagainya. Dalam Al-Quran,
Allah Swt. berfirman, “Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu
berlaku sewenang-wenang.” (Q.S. Adh-Dhuha [93]: 9)
Dalam ayat lain ditegaskan, “Tahukah
kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim.”
(Q.S. Al-Maa’uun [107]: 1-2)
Artinya, kewajiban memberikan kasih
sayang, pengajaran sopan santun, dan segala perlakuan yang baik berbanding
lurus dengan kewajiban pemberian materi. Demikianlah Islam mengajarkan kepada
kita tentang etika berinteraksi dengan anak yatim.
Berbahagialah orang-orang yang di
rumahnya terdapat anak yatim karena Rasulullah memberikan jaminan :
PERTAMA, memiliki pahala yang setaraf dengan jihad. Rasulullah Saw.
pernah bersabda, “Barang siapa yang mengasuh tiga anak yatim, maka bagaikan
bangun pada malam hari dan puasa pada siang harinya, dan bagaikan orang yang
keluar setiap pagi dan sore menghunus pedangnya untuk berjihad di jalan Allah.
Dan kelak di surga bersamaku bagaikan saudara, sebagaimana kedua jari ini,
yaitu jari telunjuk dan jari tengah.” (H.R. Ibnu Majah)
KEDUA, mendapat perlindungan di hari kiamat. Rasulullah Saw.
bersabda, “Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran, di hari kiamat Allah
Swt. tidak akan mengazab orang yang mengasihi anak yatim, dan bersikap ramah
kepadanya, serta bertutur kata yang manis. Dia benar-benar menyayangi anak
yatim dan memaklumi kelemahannya, dan tidak menyombongkan diri pada
tetangganya atas kekayaan yang diberikan Allah kepadanya.” (H.R. Thabrani)
KETIGA, masuk surga dengan mudah. Rasulullah Saw. bersabda, “Barang
siapa yang memelihara anak yatim di tengah kaum muslimin untuk memberi
makan dan minum, maka pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali jika ia
telah berbuat dosa yang tidak dapat diampuni.” (H.R. Tirmidzi)
“Aku
dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di Surga seperti ini”,
Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya
sedikit merenggangkannya. [HR. Bukhori].
Imam
Ibnu Bathol rohimahulloh berkata : “Orang yang mendengar hadis ini wajib
melaksanakannya, agar ia bisa menjadi sahabat Nabi shollallohu ‘alaihi wa
sallam di surga. Di akhirat, tidak ada kedudukan yang lebih utama dari itu.”
Al-Hafizh Ibnu Hajar rohimahulloh berkata : “Isyarat ini cukup untuk menegaskan
kedekatan kedudukan pemberi santunan kepada anak yatim dan kedudukan Nabi,
karena tidak ada jari yang memisahkan jari telunjuk dengan jari tengah.”
Saudaraku muslim ! Tahukah anda, apa hasil yang akan diperoleh dengan
menyantuni dan mengasihi anak yatim, apa sikap anda, saudaraku, terhadap
kebaikan ini ? Jika anda termasuk orang-orang yang mampu, apakah anda pernah
berpikir untuk menyantuni seorang anak yatim, sehingga anda bisa menjadi
sahabat nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam di surga. Untuk menyantuni anak yatim
anda tidak harus memiliki kekayaan yang melimpah. Melainkan, siapa yang
memungut seorang anak yatim, memberinya makanan dengan makanan yang sehari-hari
yang dimakannya, memberinya minum dengan minuman yang bisa diminumnya, maka ia
akan memperoleh kedudukan tersebut. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda
:
“Barang
siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang
muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk
surga.” [HR. Abu Ya’la dan Thobroni, Shohih At Targhib, Al-Albaniy : 2543].
Wahai
anda yang ingin memperoleh apa yang bermanfaat bagi dirinya, jika anda mendapat
kesempatan untuk menyantuni anak yatim, jangan sekali-kali anda sia-siakan.
Jika anda tidak menyukai hal itu dan menyia-nyiakannya, maka pikirkanlah pahala
bagi orang yang menyantuni anak yatim. Tidakkah anda ingin menjadi sahabat Nabi
shollallohu ‘alaihi wa sallam di sorga ?!.
Untuk daftar anak yatim dan permohonan bantuan donatur untuk buka bersama dan santunan anak yatim piatu silahkan klik link dibawah ini