.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Senin, 29 April 2013

Titah Hidup

Manusia adalah titah hidup dari sang pencipta yang dipercaya Allah sebagai khalifah atau pemimpin. baik mulai jaman NAbi Adam as sampai Nabi Muhammad SAW, mulai dari timur sampai ke barat, mulai dari orde lama samapai orde reformasi. Kenapa demikian? Karena sebelum manusia dicipta oleh Allah maka 200.000 tahun makhluk yang urgensi yaitu sebangsa jin, hidup dalam kekacauan dalam arti selalu bermusuhan yang menimbulkan kehancuran dunia. Itulah bukti kebesaran Allah menjadikan manusia sebagi pemimpin dunia. Bedanya ada beberapa pimpinan dunia yang di rahmati dan diridhoi Allah adalah pemimpin-pemimpin yang menjalankan sunnah dan syariat Islam. Yang kedua ada pemimpin-pemimpin yang dikuasai iblis. Yang ketiga tipe-tipe pimpinan yang dikuasai setan-setan kranjingan. yang keempat pemimpin-pemimpin yang dihasilkan dengan cara karbitan yang dihasilkan oleh ciptaan tangan manusia yang serakah, bengis kekejamannya. Oleh karena itu salah satu kebesaran Allah dan keampuhan serta sebagai sandarean hidup manusia Allah telah memberikan Surat Al Fatihah sebagai wacana pegangan hidup yang mana kita memohon pertolongan dalam segala hal mutlak kpd Allah. Akan tetapi manusai banyak yang menyimpang, memilih iblis, setan, harta, benda dan wanita sebagai tuhannya. Sehingga menyebabkan kehancuran dunia dimasa yang akan datang. Itulah hasil renungan satu menit, satu detik pada pukul 1.01.01
*) Dari Ki Ageng Sarono Slamet Ustad Agus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar